Showing posts with label Tenses. Show all posts
Showing posts with label Tenses. Show all posts

Sunday, July 9, 2017

Perbedaan Present Continuous dan Present Perfect Continuous

Sedikit berbagi, beberapa waktu yang lalu ketika membahas tentang tenses bagian present perfect continuous salah seorang siswa bertanya apa perbedaan antara present continuous dan present perfect continuous, terus kenapa kita menggunakan present perfect continuos jika ingin mengatakan sedang. Pertanyaan itu memberi ide untuk membuat artikel ini.
Kita mulai saja apa yang membedakan antara present continuous dan present perfect continuous.

Kita bahas present perfect continuous dulu yah?!
Kita perhatikan situasi berikut:

Al and Ann are in their car right now. They are driving home. It is now four o’clock.
(Al dan Ann sedang berada di dalam mobil mereka sekarang. Mereka sedang mengendarai mobil untuk pulang. Sekarang jam 4)
(a)       They have been driving since two o’clock.
(mereka sudah berkendara sejak jam 2.)
(b)       They have been driving for two hours.
(mereka sudah berkendara selama 2 jam.)

Catatan:
Present perfect continuous menerangkan tentang berapa lama suatu kejadian yang sedang terjadi saat ini sudah dilakukan/ sudah terjadi.  Keterangan waktu yang biasa digunakan pada tenses ini adalah since dan for.

Present perfect continuous mengungkapkan durasi suatu kejadian yang sudah terjadi dan masih terjadi saat ini. Jadi salah jika kita mengatakan:
They are driving since two o’clock. (mereka sedang berkendara sejak jam 2.)

Jika dibandingkan dengan present continuous, present continuous tidak mengungkapkan durasi waktu. Present continuous menjelaskan kejadian saat ini sedang terjadi saja, tidak membicarakan berapa lama kejadian tersebut sudah berlangsung. Jadi salah jika kita mengatakan:
They have been dring right now. (mereka sudah berkendara sekarang.)

Gampang sekali alias mudah kan?jika masih bingung, baca juga artikel present continuous.


Friday, April 7, 2017

16 Tenses lengkap dan penjelasan beserta contohnya

Beberapa artikel yang sudah ada pada blog ini membahas tentang penggunaan tenses dan jenis-jenis tenses-nya walaupun tidak semua. Ketika kita mulai belajar bahasa Inggris, pasti kita akan diperkenalkan dengan namanya tenses. Tak sedikit juga para pembelajar bahasa Inggris merasa bahwa tenses sangat sulit. Tapi jika kita ingin fasih berbahasa Inggris, mau tidak mau tenses harus kita kuasai dengan sangat.

Kita sering kali bertanya, kenapa kita menguasai tenses? apa yang akan terjadi jika kita berkomunikasi tanpa memikirkan soal tenses?apakah akan fatal? Tenses itu susah banget, ngafalin rumus, struktur kalimat dan sebagai nya, belum lagi jumlahnya yang sangat banyak. Repot sekali belajar tenses. Akhirnya mundur belajar bahasa Inggris.

Pernah berpikir seperti itu kan? Menyerah? Jangan..  please, don’t give up! English is easy if we think it is easy.. but, when we think English is hard, believe me.. you are totally wrong!

Yup, kira-kira begitu yang ingin saya sampaikan. Jangan menyerah, bahasa Inggris itu mudah jika kita percaya bahwa Inggris itu mudah, tapi jika kita pikir bahasa Inggris itu susah, kamu salah banget..

Bahasa Inggris adalah bahasa yang seluruh dunia juga tahu.. tapi kenapa harus ada tenses sih? Yu kita bahas!

Tenses adalah perubahan kata kerja (predikat) dalam kalimat sesuai dengan waktu, waktu yang menjadi faktor utama perubahan tenses tersebut. itu pendapat  saya agar mudah dipahami. Jadi ketika kita ingin mengatakan suatu kondisi dengan waktu tertentu, maka tenses-nya pun tentu berbeda.

Uniknya bahasa Inggris ada di tenses, dengan tenses kita bisa tahu persis bagaimana dan kapan suatu kejadian berlangsung. Bahasa kita bahasa ndonesia tidak mengenal tenses. Kita mau bilang pergi esok hari, kata kerjanya tetap pergi, misalnya pergi kemarin, kata kerjanya tetap pergi, tidak ada perubahan bentuk. Tapi dalam bahasa inggris, waktu bisa menentukan perubahan kata kerja.

Kita ambil contoh pergi atau go. Sedang pergi jadi going, sudah pergi jadi have gone, tadi pergi jadi went.

Itu lah tenses, unik dan menarik.

Bagaimana membedakan tenses-nya? Itu yang susah loh!

Ga ah, itu mudah.. kita bahas dari namanya dulu ya..
Tenses adalah waktu, dan waktu dalam bahasa inggris hanya ada 4 (empat) waktu, yaitu:

            Present (sekarang)
            Past (lampau)
            Future (masa yang akan datang)
            Past future (masa akan datang, tapi lampau)

Bentuk waktu nya hanya ada 4, tapi kondisi keadaan/ kejadiannya juga ada 4, yaitu:

            Simple (Simple)
            Continuous (Sedang)
            Perfect (sudah)
            Perfect continuous (sudah sedang)

Jika kita lihat, waktu dan kondisi masing-masing ada 4, maka kita bisa gabungkan 4 dikali 4 adalah 16, jadi tenses nya ada 16 tenses.

Tenses
Present
Past
Future
Past future
Simple
Simple
Simple
Simple
Continuous
Continuous
Continuous
Continuous
Perfect
Perfect
Perfect
Perfect
Perfect continuous
Perfect continuous
Perfect continuous
Perfect continuous

setiap waktu, (present, past, future, past future) memiliki kondisi kejadian yang sama, yaitu: sederhana (simple), sedang (continuous), sudah (perfect), dan sudah sedang (perfect continuous).
Makanya kita mengenal adanya simple present, simple past, simple future, dan simple past future. Begitu juga yang lain.

Mulai dari awal sekolah dasar sampai profesor pun, belajar tenses ya cumin 16 in. sampai sekarang para ahli belum menemukan adanya keberadaan tenses yang ke-17. Jadi hanya sampai 16 saja. Hehe.. (maaf)

Setiap tenses (waktu) memiliki ciri bentuk kata kerja, karena tenses pasti berhubungan dengan perubahan dan penggunaan kata kerja (verb). Berikut ciri-ciri setiap tenses:

Tenses
Present (verb 1)
Past (verb 2)
Future ( will/shall)
Past future (would)
Simple
Verb 1 (s/es)

I watch the movie.
Sheila watches the movie.
Simple
Verb2

I watched the movie.
Sheila watched the movie.
Simple
(Will + verb1)

I will watch the movie.
Sheila will watch the movie.
Simple
(Would + verb 1)

I would watch the movie.
Sheila would watch the movie.
Continuous
(to be + verb-ing)

I am watching the movie.
Sheila is watching the movie.
Continuous
(to be + verb-ing)

I was watching the movie.
Sheila was watching the movie.
Continuous
(will be + verb-ing)

I will be watching the movie.
Sheila will be watching the movie.
Continuous
(would be + verb-ing)

I would be watching the movie.
Sheila would be watching the movie.
Perfect
(Have/has + verb 3)

I have watched the movie.
Sheila has watched the movie.
Perfect
(Had + verb 3)

I had watched the movie.
Sheila had watched the movie.
Perfect
(will + have + verb 3)

I will have watched the movie.
Sheila will have watched the movie.
Perfect
(would + have + verb 3)

I would have watched the movie.
Sheila would have watched the movie.
Perfect continuous
(have/has + been + verb-ing)

I have been watching the movie.
Sheila has been watching the movie.
Perfect continuous
(had + been + verb-ing)

I had been watching the movie.
Sheila had been watching the movie.
Perfect continuous
(will + have + been + verb-ing)

I will have been watching the movie.
Sheila will have been watching the movie.
Perfect continuous
(would + have + been + verb-ing)

I would have been watching the movie.
Sheila would have been watching the movie.

Table di atas adalah contoh kalimat tiap tenses dan tiap kondisinya. Jika dilihat dengan teliti, setiap kondisi memiliki ciri yang sama. Contohnya.

            Continuous                 to be + verb-ing
            Perfect                                    have + verb 3
            Perfect continuous    have + been + verb-ing.

Nantinya perubahannya disesuaikan dengan waktunya.

            Present           verb 1
            Past                 verb 2
            Future             will/shall
            Past future     would

Dengan ciri yang sudah kita tahu, maka kita akan mudah mengingat nama tiap tenses.
Contoh kalimat:

            Deden will go to the market.

Nama tenses nya adalah: simple future. Kenapa? Pertama ada kata will maka itu pasti future, kedua, setelah will langsung kata kerja, jadi bentuknya sederhana (simple), maka kita namakan: simple future. Gampang kan?

            Yuli was cleaning the window.

Nama tenses nya adalah: past continuous. Pertama, to be: was adalah to be bentuk ke-2, atau verb 2 dari to be: are, am, is, maka itu past. Sedangkan kata kerjanya bentuk verb-ing (cleaning), itu continuous. Maka kita namakan: past continuous.

Contoh terakhir:

            They would have been listening to music.

Nama tenses nya adalah: past future perfect continuous. Would adalah past future, sedangkan have + verb3 (have been) adalah perfect, ditambah lagi ada verb-ing (listening) yang pastinya continuous, jadi jika digabung, namanya jadi past future perfect continuous.

Gampang kan membuat kalimat dengan tenses yang 16 itu.

Untuk kali ini, cukup sekian, kita lanjutkan bahasan tentang tenses di artikel selanjutnya.
Jika ada pertanyaan dan masuka, silahkan isi kolom komentar. Semoga bermanfaat. Terima kasih.

Thursday, April 6, 2017

Simple Future tense dan Contoh Kalimatnya

Simple future tense adalah tenses yang menjelaskan tentang kejadian atau kondisi yang akan atau tidak akan terjadi di masa depan. Tujuan simple future ini untuk menjelaskan atau menunjukkan kondisi /kejadian yang belum terjadi saat ini tapi akan atau tidak akan terjadi di masa yang akan datang.

Singkatnya kita jika kita ingin mengatakan “akan” atau “tidak akan” maka kita gunakan tenses jenis ini. Karena pada dasarnya tenses itu adalah waktu. Jadi setiap kondisi dan situasi yang berbeda waktunya, maka tensesnya akan berbeda.

Bagaimana bentuk kalimatnya?

Bentuk kalimatnya sangat mudah karena ini simple future, maka sederhana. Simple future memakai kata will atau shall kemudian kata kerja /verb.

        Subject + Will/shall (not) verb1 + object

Ciri simple future ini adalah memakai kata will/shall.

Contoh:

            Lia will have math exam tomorrow.
            (Lia akan ujian matematika besok.)
            They will not come to the party tonight.
            (Mereka tidak akan datang ke pesta itu nanti malam.)
            We shall follow the instructions.
            (kita akan mengikuti petunjuk-petunjuk itu.)
            They will be late again.
            (Mereka akan terlambat lagi.)

Will dan not bisa digabung/disingkat. Will not = won’t

They won’t play football this weekend.
(mereka tidak akan bermain sepakbola akhir pekan ini.)

Penggunaan will biasa untuk semua subjek (I, you, they, we, he, she, it), namun untuk shall digunakan untuk subjek I dan we saja.

Contoh:

            We shall follow the instructions.
            (kita akan mengikuti instruksinya.)
            I shall not go. (saya tidak akan pergi.)

Bisa juga memakai will.

            We will follow the instructions.
            I will not go.

Modal auxiliary will juga biasa digabung dengan subjeknya (disingkat). Contohnya sebagai berikut:

I will = I’ll
You will = you’ll
She will = she’ll
He will = he’ll
They will = they’ll
We will = we’ll
It will = it’ll

Catatan:
singkatan seperti I’ll ataupun won’t, biasanya hanya digunakan pada bahasa lisan saja atau bahasa nonformal, tapi untuk bahasa formal apalagi tulisan, penggabungan tersebut tidak disarankan untuk digunakan.

Bagaimana jika interrogative-nya?
Untuk bentuk pertanyaannya pun gampang. Letakkan modal auxiliary will/shall di depan subjek.

Contoh:

            Will she come with us? Yes, she will.
(Apakah dia akan pergi bersama kita? Ya, dia akan pergi bersama kita.
            What will you do this weekend?
            (Apa yang akan kamu lakukan akhir pecan ini?)
            Where will you go this holiday?
            (kamu akan pergi kemana liburan kali ini?)

Sangat mudah kan? Namun ada adverb of time/ keterangan waktu  yang perlu diingat sebagai penentu apakah kita pakai tenses ini atau tidak. Adverb of time yang mengindikasi bahwa kita memakai simple future antara lain: tomorrow, tonight, this weekend, two days later, next year, next month, next time, next week dan sebagainya yang menandakan waktu yang akan datang.

Jadi singkatnya, jika kita memakai adverb of time di atas, kita cenderung harus menggunakan kalimat simple future.

Contoh:

            We will not see the doctor tomorrow, but we will see him the day after tomorrow.
            (kita tidak akan menemui dokter besok, tapi kita akan menemuinya lusa.)

Cukup jelas ya?

Tapi sebenarnya, kalimat yang menunjukkan future atau kejadian masa yang akan datang juga bisa menggunakan bentuk kalimat ini.

        Subject + be (not) going to + verb1 + object

Contoh:
            She is going to finish her work tonight.
            (Dia akan menyelesaikan pekerjaannya malam ini.)
            I am not going to ask you to come tomorrow.
            (saya tidak akan meminta kamu datang besok.)
            They are going to be here next week.
            (mereka akan ada di sini minggu depan)

Apa perbedaan antara will dengan be going to?

Will dan be going to sama-sama mengatakan akan, namun will lebih bersifat spontan atau tidak direncanakan sebelumnya.

Contoh:

            Lia       : The phone is ringing. I am busy here.
            Deni     : No problem, I’ll answer the phone.

Percakapan diatas, menandakan bahwa Deni sebenarnya tidak ada rencana untuk menjawab telepon tersebut.

Namun, be going to lebih bersifat terencana/ planned. Sebelum diutarakan, rencananya sudah ada di pikiran pembicara.

Contohnya:      

            I am going to paint the walls this weekend.
            (saya akan mengecat dinding akhir pekan ini.)

Ketika kita mengatakan ini, maka kita sudah tahu bahwa sebelum membicarakannya pun sudah punya rencana akan mengecat dinding.

Cukup jelas ya?

Simple future dengan will pun bisa dipakai pada kalimat pengandaian type 1 yang dikombinasikan dengan simple present. Baca selanjutnya di kalimat pengadaian.

Nah, penjelasannya cukup sekian, semoga bisa bermanfaat.
Maaf jika ada kekurangan, untuk pertanyaan, silahkan isi di kolom komentar.  Thank you very much.