Tuesday, March 7, 2017

pengertian descriptive text dan contohnya

Kita bahas yang beda ya? Kali ini kita bahas tentang salah satu jenis teks dalam bahasa Inggris. Kenapa saya bahas, karena baru-baru ini, di kelas, saya bahas materi ini. Terutama untuk kelas VII (Tujuh) semoga bermanfaat. Yuk, check this out!




Ada beberapa Jenis-jenis teks / kinds of text, salah satunya adalah descriptive text.

Apa itu? Apa ciri nya?

When we want to describe something, someone or a place, we use this kind of text, descriptive text. Ketika kita ingin menggambarkan sesuatu, sesorang, atau bahkan suatu tempat, maka kita gunakan teks deskriptif. Jadi, deskriptif teks adalah teks yang di dalamnya menggambar suatu hal, bisa tempat, orang ataupun benda.

A descriptive text has two main parts, sebuah deskriptif teks memiliki dua bagian utama, yaitu:
  • Identification, dan
  • Description

Bagian-bagian teks tersebut di atas biasa disebut dengan generic structure of the text.

Look at the example below!

          I want to tell you about my classroom. (identification)
         My classroom is next to the school library. It is a big and clean classroom. It has two whiteboard in front. There are two brown doors and six windows. The walls are green and there are some pictures on them. There are twenty chairs and twenty tables.   (description)

Identification

Bagian ini mengidentifikasi hal yang akan di gambarkan atau dijelaskan dalam sebuah teks. Bagian identification ini pula biasanya dapat menjawab pertanyaan seperti berikut:
          Apa topik teks tersebut?
          Teks tersebut berisi tentang apa?

Jadi, identification itu jelas pembuka teks, teks tersebut mau menjelaskan apa, topiknya apa, sudah bisa dijawab dibagian identification. Kalau di lihat dari contoh di atas, topic yang dibicarakan adalah tentang classroom. Paragraf pertama merupakan identification.

Description

Bagian description adalah bagian dimana dia menjelaskan atau menggambarkan sesuatu tersebut, entah itu bagian-bagiannya, karakteristiknya, ciri-cirinya, atau bahkan kualitasnya (quality), warnanya (colour), ukuranya (size), dan lain-lain.
Pada contoh di atas, paragraf kedua merupakan bagian description. Dibagian itu juga dijelaskan bagaimana bentuk kelasnya, warna dindingnya bahkan ukurannya.

Language focus

Pada sebuah descriptive text, biasanya ada ciri-ciri yang bisa kita kenali, baca descriptive text baik-baik, maka kalian akan menemukan:

  •           Nouns (kata benda)

          Kata ini biasa kita temukan pada (1) topic pembicaraannya, contohnya: classroom, dan (2) bagian-bagian dari kelas tersebut, seperti: table, chairs, pictures, walls, whiteboard, dan windows.
         
  •           Adjectives (kata sifat)

          Kata tersebut digunakan untuk menjelaskan benda-benda yang diterangkan, ciri-cirinya ataupun karakteristiknya. Karakteristik tersebut bisa saja ukuran/ size (big), warna/ colour (brown, white), atau kualitasnya /quality (clean). Pada contoh di atas, kata big dan clean menggambarkan kelas (the classroom). Sedangkan kata brown menggambarkan pintunya (the door).

  •           Noun phrase (frase benda)

         Noun phrase adalah gabungan kata, dari kata sifat dan kata benda. Contohnya a big and clean classroom, brown doors.  

  •           Verb (kata kerja)

          Kata kerja yang biasa digunaka dalam descriptive text adalah “have” (have, has) dan juga kata bantu to be (are, am, is). Tenses yang biasa dipakai adalah simple present tense.


Sekarang udah tahu kan? semoga bermanfaat. happy studying!

perbedaan dan penggunaan used to dan be used to dan contoh kalimatnya


Dalam menterjemahkan bahasa Inggris kedalam bahasa kita, Indonesia, cenderung agak sulit. Kenapa? Karena terkadang artinya berbeda dengan arti yang biasa kita tahu, atau arti kata tersebut secara harfiah. Contoh kecilnya kata use, arti menurut kamus Inggris Indonesia oleh John M. Echols adalah penggunaan (kata benda) atau menggunakan (kata kerja). Tapi ada konstruksi khusus yang terkadang banyak yang bingung membedakan dan menggunakan struktur used to dan be used to. Di sini kita akan membahas penggunaan used to dan be used to  beserta contoh dalam kalimat.
Kita mulai saja. Yuk!

     Used to

Used to termasuk dalam struktur simple past tense yang memiliki maksud menjelaskan kejadian atau kebiasaan pada masa lampau tapi sekarang tidak dilakukan lagi. Dengan kata lain used to artinya dulu. Contohnya:
Dulu saya tinggal di Bandung. Maka kita bisa bilang begini:
I used to live in Bandung.
Setelah kata used to diikuti kata kerja dasar (infinitive).

S + used to + infinitive

Contoh:

My father used to smoke, but now he doesn’t smoke. (ayahku dulu merokok, tapi sekarang tidak)

There used to be a river here. (dulu di sini ada sebuah sungai)

Megawati Soekarno Putri used to be a President. (dulu Megawati Soekarno Putri adalah seorang presiden)

I used to love you. (dulu aku mencintaimu artinya: sekarang tidak)

I used to know her. (dulu saya mengenalnya. Artinya: sekarang tidak mengenalnya lagi)

We used to be so close. (dulu kami sangat dekat. Artinya: sekarang tidak lagi dekat)

Bagaimana kalimat negatif nya? Karena ini merupakan simple past tense, maka untuk kalimat negatifnya begini:


Subject + didn’t use to + infinitive

Contoh:

I didn’t use to live in Bandung. (Dulu saya tidak tinggal di Bandung. Artinya: sekarang tinggal)

She didn’t use to speak English. (Dia dulu tidak bericara Bahasa Inggris. Artinya: sekarang dia berbicara bahasa Inggris)


     Be used to

be used to memiliki arti yang berbeda dengan used to. Be used to memiliki arti terbiasa. Tapi ingat, untuk arti terbiasa, kita harus menambahkan to be di depannya.

Subject + be used to + verb-ing / noun

Be used to diikuti oleh gerund (verb-ing) atapun kata benda (noun).

Contoh:

I am used to reading novel. (saya terbiasa membaca novel)

She is used to staying up late. (dia terbiasa bergadang sampai larut malam)

To be yang dipakai tergantung pada waktunya. Jika waktunya sekarang (present) maka kita gunakan to be: are, am, is. namun jika waktunya lampau (past) maka kita gunakan was atau were.

Contoh:

I was used to sleeping without blanket. But now, I can’t sleep without blanket especially in Cipanas. (dulu saya terbiasa tidur tanpa selimut, tapi sekarang, saya tidak bisa tidur tanpa selimut khususnya di Cipanas).

kalimat negatifnya pun gampang, tinggal menambahkan not setelah to be.
 contoh:

I am not used to staying up late. (saya tidak terbiasa bergadang sampai larut malam)

she is not used to saying rude words. (dia tidak terbiasa mengucapkan kata-kata kasar)

Gampang kan? Semoga bermanfaat. Happy studying!


Saturday, March 4, 2017

If Clause atau Conditional Sentence dan contohnya

Kali ini kita akan bahas tentang kalimat pengandaian dalam bahasa Inggris atau biasa disebut conditional sentence atau if clause. Bahasa Inggris itu sangat unik, untuk mengandai-andai saja, struktur kalimatnya pun berbeda sesuai dengan tingkat kemungkinannya.



Baiklah kita mulai: kalimat pengandaian terbagi menjadi tiga type:

type 1

Pengandaian type ini menunjukkan kemungkinan yang besar.  Maksudnya, ketika kita mengandaikan sesuatu, kemungkinan untuk terjadi atau di dapat sangat besar.
Struktur kalimatnya adalah:
If Simple present + Simple future.

Anak kalimatnya berupa simple present (if clause), dan kalimat induknya adalah berbentuk simple future.

Contoh:
If I have 10,000 Rupiah today, I will buy something.
(jika saya punya Rp. 10.000, saya akan membeli sesatu)

Ketika kita menggunakan kalimat ini, kemungkinan terjadinya sangat gampang. Sekarang uang Rp. 10.000 mungkin gampang didapat, makanya, ketika kita mengandai-andai, kita bisa menggunakan type 1.

Type 2

Pengandaian menggunakan type ini, kemungkinannya kecil. Mungkin pengandaian type ini banyak digunakan karena ketika kita mengandai-andai. Pastilah itu sesuatu yang kemungkinan kita tidak bisa dapatkan dengan mudah.

Contohnya:  jika saya punya sayap, saya akan terbang bebas di angkasa.
Kemungkinan untuk dapat sayap, sangat kecil. Jadi kita bisa menggunakan type 2.

Struktur kalimatnya:

If Simple Past + Simple Past Future

Contohnya :
If I had wings, I would fly away into the sky.
Jadi, jika if clause nya past tense, maka kalimat induknya past future tense.

Contoh kalimat yang lain:

a.       If I didn’t know you well, I would not help you. (jika saya tidak mengenal kamu dengan baik, saya tidak akan membantu mu).

b.      If I had no ears, I would not be able to hear such a wonderful voice of you. (jika saya tidak memiliki telinga, saya tidak akan bisa mendengar suara mu yang sangat indah).


c.       If you were smart, you would understand what I meant. (jika kamu pintar, kamu akan paham apa yang saya maksud)

Penjelasan: pada kalimat a dan b. memungkinkan si pembicara sadar bahwa kemungkinannya kecil,sehingga dia(pembicara) menggunakan type 2.

Pada kelimat c, pembicara menganggap bahwa lawan bicaranya –you- tidaklah terlalu pintar dan tidak bisa memahami dia. Maka si pembicara menggunakan type 2.

Catatan:  kalimat simple past tense non-verbal, to be yang digunakan hanya were untuk semua subjek. Ini khusus dipengandaian.

Contoh:        If I were Superman, I would save you all the time.
(jika saya Superman, saya akan menyelamatkanmu sepanjang waktu).
Normalnya, subjek I itu memakai to be was, tapi karena ini pengadaian, maka harus memakai to be were.

Type 3

Pengandaian type ini digunakan untuk menunjukkan pengandaian yang kemungkinannya tidak ada. Atau tidak mungkin.
 Contoh:
Faktanya: tadi malam saya tidak nonton tv, jadi saya tidak tahu beritanya.

Kejadian Ini tidak mungkin kalau kita kembalikan ke waktu tadi malam, maka ketika kita ingin mengatakan : jika semalam saya nonton tv, saya akan tahu beritanya.
Kalimat pengandaian adalah

If I had watched television, I would have known the news.

Strukturnya:

If past perfect + past future perfect tense

Perlu diingat, ketika kita menggunakan pengandaian, pasangan anak kalimat dan induk kalimatnya harus tepat.

Contoh kalimat type 3:

a.      If I had  been healthy yesterday, I would have gone to school.
(jika kemarin saya sehat, saya akan pergi ke sekolah)
Faktanya adalah kemarin saya tidak sehat dan saya tidak pergi ke sekolah)

b.      Fakta:  tadi pagi deden bangun siang, dia terlambat sekolah.

If Deden had woken up early this morning, he would not have been late to school.

cukup jelas ya? mudah-mudahan bermanfaat. selamat belajar!



Tuesday, February 21, 2017

Perbedaan Present Perfect dengan Simple Past

Perbedaan antara simple past dengan present perfect mungkin cukup membingungkan bagi sebagian orang. Tapi tidak setelah baca artikel ini. (mudah-mudahan saja).

Dari namanya saja jelas beda, jadi bisa dibedakan kan? Hehe..

Bukan namanya sih yang akan kita bahas, tapi pada fungsi dan juga bentuk kalimatnya.
Simple Past tense, seperti yang sudah dibahas di artikel yang lalu, merupakan tenses yang menjelaskan kejadian yang terjadi di masa lampau dengan waktu yang jelas dan spesifik. Ingat, dengan waktu yang jelas dan penting untuk diketahui. 

Sedangkan pada present perfect, waktunya tidak jelas walaupun kejadiannya masa lampau.
Jadi, jika ada kalimat masa lampau dengan waktu yang jelas, maka kita pakai simple past. Bentuk waktunya antara lain seperti ini:

… ago, (two days ago, six months ago, 1 year ago, dsb)
Last … (last year, last month, last week, last night, last summer, dan sebagainya)
This morning (tadi pagi), just now (baru saja), dan recently.

Jika ada adverb of time seperti di atas, maka kita menggunakan simple past. Selain bentuk waktu, kondisi simple past tense tidak terikat dengan kondisi sekarang. Lebih ditonjolkan dan diprioritaskan waktu kejadiannya bukan pada hasilnya sekarang. Jadi sudah tidak hubungannya dengan sekarang. Bentuk kalimatnya baca simple past

This morning I wore a red jacket. (tadi pagi saya memakai jaket warna merah)
kalimat itu menandakan dia tadi pagi memakai jaket merah, sekarang tidak lagi. Ditekankanya pada waktunya, this morning.

Sedangkan Present perfect menjelaskan kejadian yang dimulai pada masa lalu yang kemungkinan sekarang masih dilakukan. Waktu kejadiannya atau mulainya juga tidak jelas. Bentuk waktunyapun memakai : for dan since.

Contonya:       My father has known Jim for three years. (Ayah saya sudah kenal Jim selama tiga tahun)

Kalimat tersebut menjelaskan bahwa ayah saya mengenal Jim selama tiga tahun, mulainya tiga tahun yang lalu itu tidak secara spesifik waktunya, dan kemungkinan kenal dengan Jim masih berlanjut.

Contoh kalimat membedakan antara present perfect dengan simple past

1.    Dian has delivered the report.
 (present perfect, karena tidak jelas waktu mengirim laporannya)

2.    Yuli and Tya went to Sukabumi yesterday.
(simple past, karena jelas sekali waktunya, yaitu yesterday)


Sekarang coba kerjakan soal berikut, apakah kalimat berikut present perfect atau simple past.

1.    Yuri … (write) me a letter last week.
2.    They … (work) there for almost ten years.
3.    I … (move) here two years ago.
4.    Sudirman … (be) a driver since he was seventeen.
5.    We ... (not understand) the lesson about tenses.
6.    She … (live) here for about three months.
7.    I can’t wait to get home to my own bed. I … (not sleep) well since I … (leave) home three days ago.

Bisa kan? Soalnya masih gampang, berikut jawabannya:

1.    Yuri wrote me a letter last week.
(simple past tense, karena jelas ada wakunya, yaitu last week)

2.    They have worked there for almost ten years.
(present perfect, karena ada keterangan waktu for. Sudah jelas bahwa itu present perfect)

3.    I moved here two years ago.
(simple past, ada two years ago)

4.    Sudirman has been a driver since he was seventeen.
(present perfect, karena ada keterangan since)

5.    We have not understood the lesson about tenses.
(present perfect, karena di sana tidak ada keterangan waktu yang jelas, walaupun kejadiannya dimulai pada masa lampau)

6.    She has lived here for about three months.
(present perfect, ada keterangan for disana)

7.    I can’t wait to get home to my own bed. I have not slept well since I left home three days ago.
(I have slept, present perfect, karena ada keterangan since, sedangkan I left, merupakan simple past, karena ada keterangan three days ago yang menyatakan lampau.) penjelasan ini dibahas di artikel pemakaian for dan since.

Baca juga : present perfect 
                   
   
Sekian dulu, semoga bermanfaat. Happy studying!!





Friday, February 17, 2017

Apa itu Present perfect tense?

Kali ini kita akan bahas masih tentang tenses. Beberapa postingan membahas hal yang sama namun berbeda isi, karena kalau ngomongin tentang tenses, pasti banyak yang perlu dibahas. Tapi postingan tentang tenses ini mudah-mudahan bisa membantu pembelajar untuk lebih mahami penggunaan tenses dalam percakapan sehari-hari. Oke, tanpa membuat durasi pembahasan, kita mulai saja.. eng..ing.. eng..

Present perfect tense, yup, ini adalah tense yang menjelaskan atau menunjukkan aktivitas atau kejadian yang terjadi (atau tidak tejadi) sebelum saat ini pada waktu yang tidak spesifik/tidak jelas di masa lalu.

Contohnya seperti ini:    
  
  Anna has already eaten lunch. (Anna sudah makan siang)

Pada kalimat tersebut, makan siang nya Anna terjadi sebelum sekarang, atau terjadi pada masa lampau tapi waktu yang pastinya tidak disebutkan.  Waktunya tidak penting ataupun tidak diketahui. Yang terpenting bagi pembicara adalah makan siang si Anna sudah terjadi pada masa lampau.

Singkatnya adalah, kita mengatakan SUDAH/BELUM melakukan sesuatu, maka kita menggunakan present perfect. Pada tense ini yang difokuskan adalah hasil dari kejadiannya, bukan pada waktunya.
                                    Anna has already eaten lunch.
Anna sudah makan siang. Waktunya tidak penting, yang penting adalah Anna sudah makan siang sekarang.

Aktivitas pada tenses inipun mungkin bisa lebih dari satu kali atau diulang beberapa kali, sebelum sekarang, pada waktu yang tidak jelas di masa lampau.

Contohnya begini: 
    Yudi has eaten in restaurant many times. (Yudi sudah makan di restoran beberapa kali)
    Atau,               I have eaten there twice. (saya sudah makan disana dua kali)

Waktunya tidak disebutkan, tapi hasilnya sekarang, sudah berapa kali makan di restaurant.
Ciri-ciri jika dalam kalimat adalah adanya SINCE / FOR. Since artinya sejak, dan For artinya selama (akumulasi waktu atau jumlah waktu tertentu). Jadi, jika ada Since atau For dalam kalimat, maka kalimat yang digunakan akan cenderung pada present perfect tense.

Contoh:

I have studied English for fifteen years. (saya sudah belajar Bahasa Inggris selama 15 tahun)

We have lived here since 1970. (kami sudah tinggal di sini sejak tahun 1970)

Bagaimana bentuk kalimatnya? Nah, kalimatnya gampang. Masih ingat bentuk kata kerja? Baca artikel tentang bentuk kata kerja regular dan irregular yang lalu. Kalimatnya begini;

Subjek + have/has + verb 3 + objek

Have kita gunakan untuk subjek I, YOU, THEY, WE.
Sedangkan Has untuk HE, SHE, IT.
Dan kata kerja yang digunakan adalah kata kerja ke-3 atau past participle.

Contoh:

Deni has got the material for final exam. (deni sudah dapat materi untuk ujian akhir)
I have lived here for twenty years. (saya sudah tinggal di sini selama 20 tahun)
We have seen that movie. (kami sudah melihat film itu)

Kata bantu have juga bisa digabung dengan subjeknya ‘ve/ ’s

I’ve lived here for twenty years.
We’ve seen that movie.
He’s got the material for final exam.
Bagaimana jika tidak ada kata kerja? Gampang, pakai saja been setelah kata bantu have/has. Contoh jika kita ingin mengatakan ‘dia sudah ada di kelas seejak jam 10 tadi pagi’ Inggrisnya gini:       He has been in the class since 10 o’clock this morning.

Gampangkan?!

Kalimat negative dan pertanyaan juga mudah.. begini contohnya:

I have not met you before. (saya belum ketemu kamu seelumnya)
She has not eaten lunch. (dia belum makan siang)

Have not / has not bisa digabung menjadi haven’t atau hasn’t

She hasn’t written me back yet. (dia belum membalas suratku)
I haven’t understood this lesson. (saya belum paham pelajaran ini)

Jika ingin membuat kalimat interrogative/ pertanyaan, simpan kata bantu have/has di depan subjek. Contoh:

What have you done?
Has she cleaned her room?
Have they given the teacher the apple?
Have you ever been in Paris?

Dalam kalimat majemuk, present perfect biasanya dikombinasikan dengan simple past tense.

Contoh:                     
   I have known Yusuf since I was nine. (saya sudah mengenal Yusuf sejak saya berumur 9 tahun.
   I have done many things since I came here two years ago. (saya sudah melakukan banyak hal sejak saya datang ke sini dua tahun yang lalu)

Sekian pembahasannya, semoga bermanfaat dan tetap semangat belajar!!